Kuliner Nusantara, Kuliner Mendunia

7 Jul

Indonesia dianugerahi oleh Yang Maha Esa kondisi geografis yang terdiri dari ribuan pulau, suku bangsa yang beraneka ragam dan kekayaan alam yang melimpah. Masing-masing daerah memiliki sesuatu yang menjadi ciri khas dan bisa dibanggakan, termasuk menu-menu kuliner yang menggoda selera. Berbagai kekayaan kuliner Indonesia tersedia untuk memanjakan lidah para pengunjung baik yang datang dari dalam maupun luar negeri. Bahkan, banyak pebisnis yang memanfaatkan peluang usaha dengan cara membuka restoran makanan khas Indonesia di luar negeri.

Seperti Liputan Feature VOA (4/4) yang melaporkan dari pusat kota Portland, negara bagian Oregon, USA. Liputan tersebut menyajikan informasi mengenai salah satu usaha yang dirintis oleh pendatang dari  Indonesia di Portland. Dengan mengusung nama “Wayang House”  food cart yang dikelola oleh Fenny dan Anton menyajikan menu-menu khas Indonesia seperti gado-gado, kari ayam, nasi uduk hingga tahu goreng. Usaha Wayang House tersebut hadir di tengah booming gerobak makanan yang menyajikan menu makanan dari berbagai macam etnis.

Menurut penuturan Fenny, makanan khas Indonesia di Amerika, terkhusus di Portland masih terbilang baru dan belum terkenal. Dengan bermodal sekitar 14.000 USD, mereka membeli gerobak bekas dan mendesainnya menjadi sebuah usaha gerobak makanan. Modal tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan mengelola restoran. Dengan tantangan bahwa beberapa pengusaha makanan Indonesia di Portland belum berhasil karena makanan Indonesia yang belum populer, Fenny dan Anton optimis bahwa usahanya tersebut akan meraup sukses. Bagi Fenny dan Anton, karena baru memulai usaha, mendapat 40-50 pembeli setiap hari sudah cukup lumayan.

Prospek makanan khas Indonesia untuk dicintai dan disukai oleh masyarakat dalam dan luar negeri sangat tinggi. Berbagai masakan Indonesia telah diakui oleh dunia internasional sebagai salah satu makanan yang lezat. Sebagai contoh, rendang yang menjadi makanan khas masyarakat Minang dinobatkan sebagai makanan terlezat menurut survey yang dilakukan pada CNNGo.com pada tahun 2011. Mereka meminta kepada para pembaca untuk merating makanan-makanan di seluruh dunia hingga menghasilkan World’s 50 Most Delicious Foods. Rendang dan nasi goreng, menempati peringkat pertama dan kedua.

 

Terkhusus menu nasi goreng, ada satu cerita menarik yang datang dari Negeri Belanda. Sebuah lagu diciptakan dalam bahasa Belanda yang menggambarkan kecintaan orang Belanda terhadap nasi goreng. Lagu berjudul Geef Mij Maar Nasi Goreng yang dinyanyikan oleh Tante Lien tersebut bercerita mengenai pesona nasi goreng yang mampu memikat publik Belanda. Tidak hanya bercerita tentang nasi goreng, lagu tersebut juga melukiskan beberapa makanan khas Indonesia yang tidak ada di Belanda. Akibatnya, ketika pulang, banyak orang Belanda yang rindu dengan makanan-makanan Indonesia yang terkenal lekker (enak) dan heerlijk (lezat).

Maka itu tidak heran jika banyak restoran-restoran di luar negeri yang menjajakan makanan, minuman dan jajanan khas Indonesia di luar negeri. Selain untuk mengobati kerinduan orang-orang Indonesia yang berada di luar negeri, makanan yang dijual juga memiliki target pasar masyarakat internasional. Di beberapa negara seperti Belanda, banyak restoran dengan menu khas masakan Indonesia dibuka di beberapa kota. Jika kangen masakan padang misalnya, maka di Kota Den Haag, terdapat restoran minang yang siap menjamu menu-menu masakan Padang yang sudah terkenal kelezatannya.

Pada softnews VOA yang menampilkan gerobak makanan Wayang House, walaupun masih seumur jagung dan belum dikenal oleh masyarakat di Kota Portland, usaha Fenny dan Anton patut mendapatkan apresiasi. Motivasi dan keinginan usaha yang mereka rintis perlu diacungi jempol, tidak saja karena motivasi berusaha dan semangat berwirausaha, tetapi usaha rintisan mereka juga turut mempromosikan masakan-masakan khas Indonesia di masyarakat luar negeri, terkhusus di Kota Portland. Usaha rintisan Fenny dan Anton perlu dikembangkan di daerah-daerah lain sebagai sebuah jalan untuk memopulerkan kuliner Indonesia di masyarakat dunia.

 

Tenda makanan di Pasar Malam Indonesia, Den HaagTenda makanan di Pasar Malam Indonesia, Den Haag

Cara lain yang bisa ditempuh untuk mempromosikan kuliner Indonesia di mata internasional adalah seperti yang pernah dilakukan oleh Perhimpunan Masyarakat Indonesia di Groningen melalui Indonesian Dinner pada Februari 2012 lalu atau melalui Pasar Malam Indonesia yang diselenggarakan oleh KBRI Den Haag pada akhir bulan Maret 2012. Kegiatan Indonesian Dinner merupakan agenda tahunan PPI-Groningen yang ditujukan sebagai ajang memerkenalkan kuliner Indonesia pada masyarakat Internasional. Sementara itu, kegiatan Pasar Malam Indonesia yang dilaksanakan di Den Haag, selain sebagai ajang promosi pemerintah-pemerintah daerah Indonesia dan beberapa lembaga, kegiatan ini juga membuka tenda khusus kuliner Indonesia. Di tenda tersebut tersedia bermacam-macam menu makanan, minuman dan jajanan Indonesia yang bisa dibeli. Para pengunjung berdatangan tidak saja masyarakat Indonesia di Belanda, tetapi juga masyarakat Belanda dan orang asing yang bermukim di Belanda. Dengan memadukan konsep pameran dan bisnis, acara Indonesia Dinner dan Pasar Malam Indonesia menjadi salah satu senjata ampuh untuk mempromosikan kuliner Indonesia.

Meskipun demikian, ada tantangan yang dihadapi ketika membuka bisnis usaha makanan, terutama ketika membuka bisnis di luar Indonesia. Seperti Fenny dan Anton yang membuka usaha di luar negeri, mereka perlu menimbang prospek pasar dan konsumen yang ada di masyarakat. Mereka perlu menyesuaikan bumbu dan bahan makanan yang sesuai dengan lidah orang asing tanpa kehilangan ciri dan rasa khas dari makanan Indonesia. Sebagai contoh, banyak orang asing yang tidak suka dengan makanan pedas padahal banyak makanan Indonesia yang rasanya pedas. Oleh karena itu, agar makanan disukai dan cocok dengan lidah masyarakat luar Indonesia, makanan yang dijual dan tersaji harus melihat takaran dan level cabai yang dimasukkan dalam makanan. Pengetahuan budaya dan cita rasa orang non-Indonesia harus dipelajari sebelum menghidangkan kuliner khas Indonesia.

Tentu akan sangat membanggakan ketika kuliner Indonesia bisa dikenal, dinikmati dan dicintai tidak saja oleh orang Indonesia sendiri, tetapi juga oleh masyarakat internasional di seluruh dunia. Mereka akan terus merindu dengan makanan Indonesia setelah mencicipi betapa lezat menu kuliner Indonesia. Sama seperti lagu Tante Lien Geef Mij Maar Nasi Goreng, kedatangan Presiden Obama ke Jakarta pada tahun 2010 yang lalu menorehkan kisah nostalgia Presiden Amerika tersebut pada makanan Indonesia seperti bakso, nasi goreng, sate, emping hingga kerupuk .  Presiden Obama yang sempat tinggal di Jakarta meski hanya beberapa tahun, masih sangat menyukai makanan-makanan Indonesia itu hingga dalam sebuah pidato memberikan komentar dalam Bahasa Indonesia “Semuanya Enak!”

Melalui menu-menu kuliner, secara langsung maupun tidak langsung, nama Indonesia bisa dikenal oleh masyarakat di luar negeri. Citra diri yang positif tentang Indonesia akan terbentuk dalam ruang-ruang pikir masyarakat di seluruh dunia melalui makanan, minuman dan jajanan khas Indonesia yang melintas batas mencapai negara-negara lain.

Ayo, Bangga jadi orang Indonesia !!

sumber : http://winarto.in/2012/04/kuliner-nusantara-kuliner-dunia/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: