“XYLITOL” Gula Alkohol yang Ramah untuk Kesehatan

20 Sep
Xylitol ? hmm… pernah denger kan ? yah.. sering kok kita liat kata ini di supermarket .. upss.. ini bukan merk dagang lho😀 melainkan salah satu jenis gula alkohol yang cuma “sekali lewat” di dalam tubuh. Ya.. soalnya gabisa diubah jadi energi
 
Xylitol : Pengganti Gula yang Menyehatkan
Asupan manis untuk kesehatan gigi
 

Dicari, gula pengganti yang aman, tanpa efek samping dan berkhasiat bagi kesehatan! Xylitol hadir memenuhi semua persyaratan tersebut.

Xylitol sebenarnya bukan merupakan molekul gula monosakarida (gula tunggal) yang memiliki gugus kimia aldehida (seperti pada glukosa) atau keton (seperti pada fruktosa). Gula langka ini merupakan senyawa berkarbon lima dengan lima gugus alkohol/hidroksil (disebut juga pentitol). Xylitol disebut gula langka karena hanya sedikit terdapat pada buah dan sayuran alami dan pembuatannya boleh dikatakan cukup sulit dibanding senyawa pemanis lainnya. Oleh karena itu dari segi harga pun, xylitol merupakan salah satu pemanis termahal dibanding pemanis lainnya.

Tingkat kemanisan xylitol yang setara dengan sukrosa (gula dapur) membuatnya banyak digunakan sebagai pemanis produk makanan dan confectionary. Kelebihannya dibanding sukrosa adalah energinya yang lebih rendah, yaitu hanya 2.4 kalori/gram dibanding dengan sukrosa yang mencapai 4 kalori/gram. Xylitol juga memiliki kelarutan yang sangat baik di dalam air dan menimbulkan sensasi dingin ketika larut di mulut sehingga banyak digunakan pada produk permen mint, permen karet, dan pasta gigi. Namun lebih dari itu semua kelebihannya yang utama adalah efek biologisnya yang menyehatkan.

Xylitol yang memiliki kalori yang rendah sangat bermanfaat sebagai pemanis makanan/minuman bagi penderita diabetes. Gula langka ini juga bermanfaat mencegah karang gigi dan karies. Hal ini dikarenakan keberadaan xylitol akan menekan pertumbuhan bakteri di dalam mulut yang kebanyakan mengonsumsi glukosa sebagai bahan makanan mereka, sehingga bakteri tersebut tidak dapat berkembang biak dengan baik pada kondisi tinggi xylitol. Manfaat xylitol inilah yang telah digunakan pada dunia kedokteran gigi dan juga pada beberapa produk perawatan dental seperti permen karet anti-karies dan pasta gigi. Selain itu, xylitol juga ditemukan dapat mencegah infeksi telinga pada anak-anak.

Saat ini industri xylitol sangat menjanjikan dan teknologi sintesisnya terus dikembangkan. Gula langka ini memang sulit diperoleh secara alami dan harus disediakan lewat jalan sintesis kimiawi atau biologis. Jalur sintesis kimiawi untuk xylitol antara lain dengan hidrogenasi D-xylosa menggunakan katalis logam. Namun, dikarenakan D-xylosa merupakan prekursor yang cukup mahal, saat ini para ilmuwan tengah mengembangkan teknik sintesis xylitol dari D-glukosa.

Selain sintesis secara kimiawi, metode sintesis lainnya yang paling banyak digunakan adalah dengan metode bioteknologi mikrobiologi. Metode ini menggunakan mikroorganisme yang diberi “makan” berupa gula xylosa sehingga akan menghasilkan xylitol yang kemudian akan dipanen. Mikroorganisme yang cukup potensial untuk menghasilkan xylitol antara lain ragi Saccharomyces cereviseae dan Candida utilis. Kelebihan metode ini ialah hasilnya yang mencapai persentase yang lebih tinggi dibanding sintesis kimiawi yaitu hingga mencapai 95% hasil. Tetapi jelas metode ini membutuhkan fasilitas teknologi yang maju dan relatif mahal.

Di Indonesia sendiri, xylitol masih diimpor dari luar karena ketiadaan teknologi untuk sintesisnya. Sebagai produk yang cukup menjanjikan di masa depan, tentu kita berharap Indonesia dapat berswasembada xylitol lewat kerjasama para ilmuwan, industri, dan pemerintah.

Baik Untuk Gigi
Walau berperan sebagai pemanis, xylitol mempunyai khasiat yang baik bagi kesehatan gigi kita. Rasa manis xylitol tidak akan membuat gigi kita berlubang.

Bakteri yang menyebabkan gigi berlubang adalah Streptococcus mutans yang memfermentasikan gula dan kabohidrat untuk dikonsumsi. Dan asam yang dihasilkan dalam proses tersebut akan mengkikis email gigi dan memicu terjadi kerusakan pada gigi kita.

Tapi sayang beribu sayang bagi Streptococcus mutans karena tidak bisa memfermentasi xylitol. Dan beribu untung bagi mulut, xylitol juga dapat mencegah pertumbuhan bakteri di dalam mulut, melawan plak pada gigi, membantu penyerapan fluoride alami, dan  mengurangi berbagi insiden kerusakan gigi.

Mengkonsumsi permen karet dengan kandunggan xylitol adalah cara terbaik untuk mendapatkan gigi yang sehat. Permen karet berfungsi sebagai media “pembawa”, sedangkan xylitol berperan sebagai pembersih gigi dari semua bakteri perusak yang mungkin akan menumpuk menjadi plak.

Aman Untuk Semua
Xylitol mempunyai bentuk dan rasa yang sama dengan gula. Namun kandungan kalori 40% lebih sedikit, kabohidrat 75% lebih sedikit dan GI (Glycemic Index) yang rendah (7). Ini membuat xylitolaman dikonsumsi oleh siapa saja, baik penderita diabetes, hypoglycemia dan orang-orang yang peduli dalam mencapai dan mendapatkan berat badan ideal.

Efek lain xylitol
Xylitol bisa menyebabkan diare (tapi tidak kesemua orang) jika dikonsumsi dengan dosis lebih dari 40 gr. Dan sebagai tambahan informasi, xylitol sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh anjing peliharaan kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: